Sunday, April 7, 2013

pep


Nama    :
1.       Bennanda Adiramanda                  ( 11212421 )
2.       Ika Trisnamia Widiati                    ( 13212579 )
3.       Ni Made Dwi Kartikasari              ( 15212294 )
4.       Rr. Novianti D                               ( 16212713 )

Kelas     : 1EA17


SOAL

1.       a. Sebutkan beberapa indikator ekonomi pembangunan ?
b. sebutkan beberapa indikator pembangunan ekonomi ?

2.       Jelaskan masing-masing yang dimaksud dengan standar hidup yang rendah suatu Negara dan masing-masing contohnya !

3.       Sebutkan karakteristik NSB menurut Tidono ?

4.       Berikan contoh dengan satu alenia tang dimaksud dengan pengangguran semu dan pengagguran terbuka !

5.       Jelaskan masing-masing manfaat adanya pembangunan ekonomi dan beri contohnya masing-masing !



Jawaban

1.       a. Masalah ekonomi:
·         Pendapatan yang rendah
·         Peraturan pemerintah
·         Pengangguran
·         Sosial budaya
·         Tngkat pendidikan yang rendah
·         Teknologi kurang memadai
·         Kurangnya modal

·         Pendapatan rendah

Pendapatan yang rendah terjadi karena kurangnya kesempatan kerja bagi tenaga kerja sehingga bagi mereka yang produktif tidak biasa menggunakan skill nya dengan baik. Pemberian gaji atau upah kerja yang diberikan terlalu kepada tenaga kerja yang sedikit juga mengakibatkan pendapatan

·         Pengangguran

Pengangguran disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan. Tidak adanya pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

·         Sosial budaya

Dahulu orang-orang Indonesia banyak yang memiliki anak dikarenakan sebuah mitos “banyak anak banyak rezeki”. Tetapi pada kenyataannya sepasang suami istri yang memiliki banyak anak tetapi ekonominya tidak mendukung untuk  memfasilitasi anak-anak mereka, sehingga akan timbul kemiskinan, seperti kekurangan pangan, sandang ataupun papan. Oleh sebab itu, pemerintah membuat program Keluarga Berencana (KB) dengan satu keluarga hanya cukup dua anak saja untuk menekan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk.

·         Tingkat pendidikan yang rendah

Masih banyak sarana belajar di beberapa sekolah khususnya daerah, tertinggal jauh dibandingkan sarana belajar di sekolah-sekolah yang berada di kota. Banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium. Oleh karenanya pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.

·         Teknologi kurang memadai
Teknologi kurang memadai dikarenakan kurangnya tenaga ahli ddan peralatan berteknologi tinggi pun masih di datangkan dari luar negeri.

  • Kurangnya modal
Kurangnya modal dikarenakan tidak memiliki pekerjaan. Jika sesorang tidak memiliki pekerjaan maka dia tidak memiliki pendapatan

b. Pembangunan ekonomi memiliki beberapa indikator, yaitu:
  • Meningkatkan GNP (pendapatan perkapita)
  • Konsumsi masyarakat naik
  • Produktifitasya meningkat
  • Pembangunan fasilitas perdagangan barang/jasa
  • Meningkatnya teknologi komunikasi
  • Menigkatnya fasilitas umum

  • Meningkatkan GNPà pendapatan perkapitaà kesejahteraan masyarakat meningkat

  • Konsumsi masyarakat naik

  • Produktifitasya meningkat

Produktifitas meningkat disebabkan karena tingginya teknologi yang mendukung suatu perusahaan. Dengan adanya teknologi, kinerjanya dalam berproduksi akan lebih cepat dan efektif. Jika produktifitas meningkat, akan meningkatkan pendapatan.

·         Pembangunan fasilitas perdagangan barang/jasa
Dengan membangun fasilitas perdagangan akan mempermudah proses berdagangan itu sendiri. Dengan contoh pemerintah membangun kawasan industri di satu daerah untuk memudahkan berjalannya proses produksi.Di bangunnya kawasan indusri jauh dari pemungkiman masyarakat berfungsi untuk mencengah terjadi nya pencemaran.

·         Meningkatnya teknologi komunikasi
Pada saat ini teknologi komunikasi meningkat dengan pesat.Yang dulu nya itu kita hanya bisa komunikasi melalu surat menyurat dan sekarang kita sudah bias komunikasi dengan menggunakan fasilitas handphone.Dengan menggunakan handphone selain kita bias mengirim pesan kita juga biasa mengirim gambar,video,dan lagu.

  • Menigkatnya fasilitas umum
Dengan membangun fasilitas umum seperti contohnya: pembangunan puskesmas dan pemerintah mendatangkan tenaga kerja.Dengan membangun puskemas dan tenaga kerja,masyarakat dapat menikmati fasilitas yang telah di berikan pemerintah seperti fasilitas yang ada di kota.


2.       Pada hampir semua negara berkembang, standar hidup dari sebagian penduduknya sangat rendah. Standar hidup rendah adalah dimana keadaan penduduk suatu negara pendapatannya sedikit, Perumahan yang kurang layak, Kesehatan yang buruk, pendidikan yang minim, dan peluang kerja sedikit.
ü  Pendapatan rendah dikarenakan kurangnya pemasukan sementara biaya pengeluaran melebihi batas pendapatan yang dia punya.
ü  Perumahan yang kurang layak dikarenakan tingginya tingkat pertumbuhan manusia sementara lahan untuk membuat tempat tinggal sudah berkurang. Serta mahalnya biaya tempat tinggal menjadi kendala selanjutnya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah memiliki rumah yang layak.
ü  Kesehatan yang buruk dikarenakan tidak meratanya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah di daerah daerah pelosok.
ü  Pendidikan yang minim dikarenakan kurang terbukanya pemikiran tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat kelas bawah. Mereka hanya mementingkan cara mencari uang untuk bertahan hidup. Selain itu kurangnya biaya termasuk kendala masyarakat untuk menempuh jalur pendidikan.
ü  Kurangnya kesempatan kerja dikarenakan tidak seimbangnya antara tenaga kerja dengan kesempatan kerja yang diberikan.

3.       Karakteristik Negara sedang berkembang menurut Todaro:
Ø  Standar hidup rendah :
·         Pendapatan rendah
·         Rumah kurang layak
·         Tingkat kematian bayi tinggi
·         Angka harapan hiduo rendah
·         Kesehatan buruk
·         Tingkat pendidikan rendah

Ø  Tingkat produktivitas rendah dikarenakan kurangnya faktor produksi seperti modal, manajemen dan teknologi
Ø  Pertumbuhan penduduk dan beban tanggungan tinggi
Ø  Tingkat pengangguran yang tinggi dan cenderung meningkat
Ø  Ketergantungan pada sektor pertanian dan ekspor barang primer
Ø  Kekuasaan, ketergantungan, dan kepekaan hubungan internasional


  1. A. Pengangguran semu atau pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah orang yang bekerja disuatu tempat tapi dia tidak dibutuhkan disitu atau tidak bekerja sesuai keahlian. Sebagai contoh supir taksi. Pada saat dia berkeliling dan tidak mendapatkan penumpang maka yang ia lakukan hanyalah berkeliling jalanan sambil mencari penumpang. Contoh lainnya adalah Pada sebuah kantor terdapat 10 tenaga administrasi yang menangani pekerjaanyang ada. Padahal dengan jumlah tenaga 6 orang saja semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Akibatnya para pegawai tersebut bekerja tidak optimal dan bagi kantor tentu merupakan suatu pemborosan.

b. Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah orang yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Sebagai contoh seseorang melamar kerja di restoran tetapi tidak diterima padahal telah berusaha secara maksimal.

5.       Manfaat pembangunan ekonomi, yaitu:
a.       Output kekayaan masyarakat bertambah
Peningkatan pendapatan masyarakat akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat. Sebagai contoh seseorang yang tadinya hanya mampu membeli motor, tetapi ketika pendapatannya meningkat maka ia mampu membeli mobil.
b.      Mengurangi kesenjangan sosial antara orang kaya dan miskin, antara Negara maju dan Negara berkembang
Pembangunan ekonomi dapat mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi dimasyarakat. Beberapa program yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan ke arah pembangunan adalah Pelita (Pembangunan Lima Tahun).
c.       memberikan manusia kesempatan yang lebih besar untuk memanfaatkan alam sekitar
Dengan adanya pembangunan ekonomi, masyarakat dapat memanfaatkan alam untuk produksi yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan misalnya seperti gerabah untuk membantu memajukan pendapatan perkapita suatu negara tanpa merusak keseimbangan alam.

d.      Memungkinkan orang untuk memikirkan lebih banyak sifat manusia oleh karena semakin banyak sarana yang tersedia

Dalam adanya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membuat masyarakat berfikir untuk bersaing ketat.Seperti contohnya: Sebuah perusahan baru yang membutuhkan tenaga kerja .masyarakat yang mengetahui info tersebut segera mencari informasi lebih lanjut ,misalnya kido dan hendrikm .kido mempunyai daya fikir yang luas sementara hendrik terbatas .secara otomatis kidolah yang diterima di perusahaan tersebut ,tak terima dengan hal tersebut henfrik melakukan berbagai cara agar ia bias menjadi karyawan di perusahaan tersebut

Reality of Decision making


Decision making can be regarded as the mental processes (cognitive process) resulting in the selection of a course of action among several alternative scenarios. Every decision making process produces a final choice. The output can be an action or an opinion of choice.
  1. Problem Analysis vs Decision Making
It is important to differentiate between problem analysis and decision making. The concepts are completely separate from one another. Problem analysis must be done first, then the information gathered in that process may be used towards decision making.
  1. Problem Analysis
Analyze performance, what should the results be against what they actually are:
-          Problems are merely deviations from performance standards
-          Problem must be precisely identified and described
-          Problems are caused by some change from a distinctive feature
Something can always be used to distinguish between what has and hasn't been effected by a cause. Causes to problems can be deducted from relevant changes found in analyzing the problem. Most likely cause to a problem is the one that exactly explains all the facts
  1. Decision Making
-          Objectives must first be established
-          Objectives must be classified and placed in order of importance
-          Alternative actions must be developed
-          The alternative must be evaluated against all the objectives
-          The alternative that is able to achieve all the objectives is the tentative decision
-          The tentative decision is evaluated for more possible consequences
The decisive actions are taken, and additional actions are taken to prevent any adverse consequences from becoming problems and starting both systems (problem analysis and decision making) all over again
There are steps that are generally followed that result in a decision model that can be used to determine an optimal production plan. In a situation featuring conflict, role-playing is helpful for predicting decisions to be made by involved parties.
In reality, the decision is the most important thing to be possessed by a leader or manager. This will determine a choice for the future that will occur in a group or business association. Some  aspects in the decision to note and follow suit in stages and the rules of taking a decision. It is important to differentiate between problem analysis, decision making and Decision Planning.

Vocab   :
1)      Regarded            : Dianggap
2)      Cognitive             : Kognitif
3)      Gathered            : Berkumpul
4)      Merely                 : Hanya
5)      Deviations           : Penyimpangan
6)      Precisely              : Tepatnya
7)      Distinctive           : Khas
8)      Established         : Didirikan
9)      Tentative             : Sementara
10)   Adverse               : Merugikan
11)   Parties                  : Pihak

sumber : google

The Steps Of A Decision-Making Process


Managerial decision making is one of the principal concepts of modern practical management. Effective decision making has a great impact on organizational performance, and there is a great deal of historical episodes, when brilliant strategic managerial decisions helped known successful organizations to survive and avoid bankruptcy. Some management theorists treat the model of decision making as an act of choosing the most attractive solution or decision from a number of alternatives. However, decision making must be understood as a complex step-by-step process, a course of actions which leads to making an effective decision and solving a managerial problem.
Step one, Identification of a problem. This stage includes analyzing the situation and recognition of a discrepancy or a problem, which is considered to be an obstacle on the way to achieving a certain organizational goal or objective. This stage is a key point of the whole process, because if the problem is not identified correctly, then the final decision will be erroneous.  In order to analyze the situation more effectively, it is very important to collect all available facts and data. Also, on this stage of a decision-making process managers have to avoid subjectivity and evaluate the situation from short-term and long-term perspectives, as well as be sure that the problem was not simplified and all hidden aspects of it were clarified.
Step two, Identification of decision criteria. The next stage of the process means finding an answer to the question, what criteria must be taken into account when choosing alternatives and making the final decision. In other words, managers must identify the factors, which are relevant to possible problem solution and must be considered when developing the alternatives. For example, if a decision must be made about buying a car for the company’s needs, such decision criteria as the model of the car, reputation of the manufacturer, price and payment options, gas consumption, accessories and extra items, safety system of the vehicle, and other related criteria should be taken into consideration.
Step three, Allocation of weight of criteria. When a list of decision criteria is created, the next step of a decision-making process is evaluation of the importance of every single criterion for final decision. Undoubtedly, some criterion are of more importance (for our particular example those can be price and manufacturer of the vehicle), and some are of less importance (for example, color of the car or its interior design). It is recommended to evaluate the weight of every criterion by giving the highest mark to the most important one, the lowest mark to the least important one, and ranking the rest of the criteria according to their importance for the final decision.
Step four, Development of alternatives. This stage is connected with cultivation and development of various solutions, actions or alternatives for resolving the problem and achieving certain organizational goals. On this stage, it is important to develop as many alternatives or ideas as possible. Sometimes it can be helpful to involve experts or other group members into the process of idea cultivation and use known effective creativity techniques, such as brainstorming, etc. At that, all impractical and unrealistic ideas should be ignored and only feasible, rational and effective alternatives must be considered.
Step five, Analysis of alternatives. After all alternatives have been developed, it is necessary to analyze and evaluate every one of them. Managers have to choose a logical approach to evaluating the alternatives and use some effective evaluation techniques, including SWOT Analysis (considering strengths, weaknesses, opportunities and threats related to every alternative) or a Decision Matrix (the assessment of every alternative taking into account its rank on the basis of every chosen criteria). These evaluation techniques can be of a great assistance for managers in making mathematically correct assessment, receiving an objective picture of the situation and considering all relevant data. In some situations, it can be also necessary to evaluate the risks connected with every alternative and possible outcomes of every alternative.
Vocab :
1)      Bankruptcy         : Kepailitan                                          7)    Erroneous                   : Keliru
2)      Decision               : Keputusan                                        8)    Cultivation                  : Budidaya
3)      Includes               : Termasuk                                          9)    Brainstorming            : Dalam tukar pikiran
4)      Discrepancy        : Ketidakcocokkan                           10)  Feasible                       : Layak
5)      Recognition        : Pengakuan                                       11)  Assessment               : Penilaian
6)      Obstacle              : Hambatan
7)      Criterion              : Kriteria
8)      Resolving             : Menyelesaikan

 sumber: sebuah blog di google

Management And Human Resources Development


Mangers perform various functions, but one of the most important and least understood aspects of their job is proper utilization of people. Research reveals that worker performance is closely related to motivation; thus keeping employees motivated is an essential component of good management in a business context, motivation refers to the stimulus that direct the behavior of workers toward the company goals. In order to motivated workers to achieve company goals, managers must beware of their needs. 
Many managers believe workers will be motivated to achieve organizational goals by satisfying their fundamental needs for material survival. These needs include a good salary, safe working conditions and job security. While absence of these factors results in poor morale and dissatisfaction, studies have shown that their presence result only in maintenance of existing attitudes and work performance. Although important, salary, working conditions, and job security do not provide the primary motivation for many workers in highly industrialized societies, especially at the professional or technical levels.
Increased motivation is more likely to occur when work meets the needs of individuals for learning, self-realization, and personal growth. By responding to personal needs-the desire for responsibility, recognition, growth, promotion, and more interesting work-managers have altered conditions in the workplace and, consequently, many employees are motivated to perform more effectively.
In an attempt to appeal to both the fundamental and personal needs of workers, innovative management approaches, such as job enrichment and job enlargement, have been adopted in many organizations. Job enrichment gives workers more authority in making decisions related to planning and doing their work. A worker might assume responsibility for scheduling work flow, checking quality of work produced, or making sure deadlines are met. Job enlargement increases the number of tasks workers perform by allowing them to rotate positions or by giving them responsibility for doing several jobs. Rather than assembling just one component of an automobile, factory workers might be grouped together and given responsibility for assembling the entire fuel system.
By improving the quality of work life through satisfaction of fundamental and personal employee needs, managers attempt to direct the behavior of workers toward the company goals.


Vocab   :
1)      Proper                  : Tepat
2)      Utilization            : Pemanfaatan 
3)      Stimulus               : Stimulus
4)      Satisfying             : Memuaskan
5)      Morale                 : Semangat
6)      Altered                 : Diubah
7)      Assembling         : Perakitan
8)      Enrichment         : Penyuburan
9)      Appeal                  : Banding
10)   Attempt               : Mencoba

Functions of Management in Business Organizations


Managers perform certain activities or duties as they effectively and efficiently coordinate the work of others. In the early part of the twentieth century, a French industrialist named Henri Fayol first proposed that all managers perform five functions: planning, organizing, commanding, coordinating, and controlling. In the mid-1950s, a management text book first used the functions of planning, organizing, staffing, directing and controlling as a framework. Today, most management text books still continue to be organized around the management functions, although they have been condensed to four basic and very important ones: planning, organizing, leading, and controlling. Let us briefly define what each of these management functions encompasses.
Managers are also responsible for arranging work to accomplish the organization's goals. We call this function organizing. When managers organize, they determine what tasks are to be done, who is to do them, how the tasks are to be grouped, who reports to whom, and where decisions are to be made.
Every organization includes people, and a manager's job is to work with and through people to accomplish organizational goals. This is the leading function. When managers motivate subordinates, influence individuals or teams as they work, select the most effective communication channel or deal in any way with employee behavior issues, they are leading.
The final management function is controlling. After the goals are set (planning), the plans formulated (planning), the structural arrangements determined (organizing), and the people hired, and motivated (leading) there has to be some evaluation of whether things are going as planned. To ensure that work is going as it should, managers must monitor and evaluate performance. Actual performance must be compared with the previously set goals. If there are any significant deviations, it is management's job to get work performance back on track. This process of monitoring, comparing, and correcting is what we mean by the controlling function.
Vocab:
  1. Framework          : kerangka                                           5)     Accomplish                : mencapai
  2. Condensed           : terkondensasi                                   6)     Hired                          : menyewa
  3. Briefly                  : secara singkat                                   7)     Deviations                   : penyimpangan
  4. Encompasses       : meliputi                                             8)     Determined                 : ditentukan

sumber:  sebuah blog di google 

Wednesday, March 20, 2013

perencanaan strategis


1.       Perencanaan

Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya , perbedaan pelaksanan adalah hasil tipe dan tingkat perencanaan yang berbeda pula. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih penting dibanding fungsi-fungsi manajemen lainya.
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilasanakan pada saat rencana dibuat.
Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan keterangan kongkret. Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.


  1. Pentingnya suatu perencanaan

Perencanaan dalam suatu perusahaan memiliki peran penting dalam keberhasilan perusahaan tersebut, yakni untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan non manajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi, sehingga kerja organisasi menjadi lebih efesien.
Selain itu perencanaan sangat penting untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya serta untuk meminimalisir pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakefensiensi dalam perusahaan.
Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.

3.       Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya


Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan-kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantungdan berinteraksi.

  1. Pengorganisasian dan penyusunan personalia
Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya keuangan, phisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan menunjukan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling tinggi.

  1. Pengarahan
Fungsi pengarahan selalu berkaitan dengan perencanaan. Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari faktor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang di perlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan.

  1. Pengawasan
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga sering d sebut sebagai “kembar siam” dalam manajemen. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu, pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana. Tujuan setiap rencana adalah untuk membantu sumber daya dalam kontribusinya secara positif terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

4.       Jenis-jenis perencanaan

Menurut Asnawir Ada tujuh jenis-jenis perencanaan, yang kesemua itu dilihat dari sudut pandang berbeda, di antara jenis-jenis perencanaan tersebut adalah:
  1. Dilihat dari segi waktu
Dari segi waktu perencanaan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
a.       Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun. Perencanaan ini bersifat umum, dan belum terperinci.
b.      Perencanaan jangka menengah, biasanya mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
c.       Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.


  1. Dilihat dari segi sifatnya
Perencanaan dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
  2. Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas.

  1. Perencanaan dari segi luas wilayah
Perencanaan pendidikan dipandang dari segi luas wilayah dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
  1. Perencanaan lokal, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di      daerah-daerah dengan sifat yang terbatas.
  2. Perencanaan regional adalah perencanaan yang ditetapkan di tingkat propinsi.
  3. Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatu Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
  4. Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh beberapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari Negara-negara tersebut.

  1. Perencanaan dari segi luas jangkauan
Terbagi menjadi dua yaitu:
  1. Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal, menyeluruh dan meluas.
  2. Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.


  1. Dari segi prioritas pembuatnya
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga:
  1. Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
  2. Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun oleh masing-masing wilayah.
  3. Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.

  1. Dari segi obyek
Perencanaan dibagi menjadi dua:
  1. Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
  2. Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.

  1. Dari segi proses
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
  1. Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
  2. Perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran dari perencanaan filosofikal.
  3. Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan dapat dilakukan.

  1. Proses penyusunan perencanaan
Proses perencanaan adalah merupakan bagian proses kegiatan manajemen dalam menyusun perencanaan, pengerakan pelaksanaan, koordinasi, pengendalian dan pengawasan serta penilaian. Proses penyusunan perencanaan terdiri atas:

  1. Merumuskan Misi dan Tujuan   
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran – sasaran, kebijakan – kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.

  1. Memahami Keadaan Saat ini
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.

  1. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

  1. Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan
Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :
Ø  Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
Ø  Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
Ø  Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.


  1. Pendekatan dalam perencanaan
 Ada tiga macam pendekatan dalam proses perencanaan :
  • Pendekatan perkembangan yang menguntungkan.
·         Pendekatan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, Treath)
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, opportunities, threats = kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman). Melalui analisis SWOT akan melahirkan program Pendidikan nonformal yang realistis dan sesuai kebutuhan sasaran.
  •  Pendekatan portfolio dan kesenjangan perencanaan

  1. Ciri-ciri rencana yang baik
Menurut P.Siagian Sondang, suatu rencana yang baik seyogyanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Rencana harus mempermudah tercapainya tujuan yang telahditentukan sebelumnya.
  2. Rencana harus dibuat oleh orang –orang yang sungguhmemahami tujuan organisasi
  3. Rencana harus disertai oleh suatu perincian yang diteliti.
  4. Rencana tidak boleh terlepas sama sekali dari pemikiranpelaksana.
  5. Rencana harus bersifat sederhana.
  6. Rencana harus merupakan “forecasting” (ramalan)

  1. Efektifitas perencanaan

Beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah suatu rencana dianggap efektif atau tidak sebagai berikut:
  1. Kegunaan                                            : Agar berguna bagi manajemen dalam pelaksanaan fungsi-fungsinya yang lain, suatu rencana harus fleksibel, stabil, berkesinambungan,dan sederhana.
  2. Ketepatan dan objektivitas         : Rencana-rencana harus di evaluasi untuk mengetahui apakah jelas, ringkas. Nyata dan akurat. Berbagi keputusan dankegiatan manajemen lainnya hanya efektif bila didasarkan atas informasi yang tepat.
  3. Ruang lingkup                                    : Perencanaan perlu memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan (comprehensiveness), kepaduan (unity) dan konsistensi.
  4. Efektivitas biaya                               : Efektivitas biaya perencanaan dalam hal ini adalahmenyangkut waktu,usaha dan aliran emosional.
  5. Akuntabilitas                                      : Ada dua aspek akuntabilitas perencanaan :
Ø  Tanggung jawab atas pelaksanaan perencanaan
Ø  Tanggung jawab atas implementasi rencana.
  1. Ketepatan waktu                             : Para perencana harus membuat berbagai perencanaan.Berbagai perubahan yang terjadi sangat cepat akan dapat menyebabkanrencana tidak tepat atau sesuai untuk berbagai perbedaan waktu.

 sumber referensi: berbagai sumber yang ada di internet ._.

perencanaan strategis


1.       Perencanaan

Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya , perbedaan pelaksanan adalah hasil tipe dan tingkat perencanaan yang berbeda pula. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih penting dibanding fungsi-fungsi manajemen lainya.
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilasanakan pada saat rencana dibuat.
Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan keterangan kongkret. Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.


  1. Pentingnya suatu perencanaan

Perencanaan dalam suatu perusahaan memiliki peran penting dalam keberhasilan perusahaan tersebut, yakni untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan non manajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi, sehingga kerja organisasi menjadi lebih efesien.
Selain itu perencanaan sangat penting untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya serta untuk meminimalisir pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakefensiensi dalam perusahaan.
Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.

3.       Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya


Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan-kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantungdan berinteraksi.

  1. Pengorganisasian dan penyusunan personalia
Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya keuangan, phisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan menunjukan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling tinggi.

  1. Pengarahan
Fungsi pengarahan selalu berkaitan dengan perencanaan. Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari faktor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang di perlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan.

  1. Pengawasan
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga sering d sebut sebagai “kembar siam” dalam manajemen. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu, pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana. Tujuan setiap rencana adalah untuk membantu sumber daya dalam kontribusinya secara positif terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

4.       Jenis-jenis perencanaan

Menurut Asnawir Ada tujuh jenis-jenis perencanaan, yang kesemua itu dilihat dari sudut pandang berbeda, di antara jenis-jenis perencanaan tersebut adalah:
  1. Dilihat dari segi waktu
Dari segi waktu perencanaan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
a.       Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun. Perencanaan ini bersifat umum, dan belum terperinci.
b.      Perencanaan jangka menengah, biasanya mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
c.       Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.


  1. Dilihat dari segi sifatnya
Perencanaan dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
  2. Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas.

  1. Perencanaan dari segi luas wilayah
Perencanaan pendidikan dipandang dari segi luas wilayah dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
  1. Perencanaan lokal, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang terbatas.
  2. Perencanaan regional adalah perencanaan yang ditetapkan di tingkat propinsi.
  3. Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatu Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
  4. Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh beberapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari Negara-negara tersebut.

  1. Perencanaan dari segi luas jangkauan
Terbagi menjadi dua yaitu:
  1. Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal, menyeluruh dan meluas.
  2. Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.


  1. Dari segi prioritas pembuatnya
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga:
  1. Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
  2. Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun oleh masing-masing wilayah.
  3. Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.

  1. Dari segi obyek
Perencanaan dibagi menjadi dua:
  1. Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
  2. Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.

  1. Dari segi proses
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
  1. Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
  2. Perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran dari perencanaan filosofikal.
  3. Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan dapat dilakukan.

  1. Proses penyusunan perencanaan
Proses perencanaan adalah merupakan bagian proses kegiatan manajemen dalam menyusun perencanaan, pengerakan pelaksanaan, koordinasi, pengendalian dan pengawasan serta penilaian. Proses penyusunan perencanaan terdiri atas:

  1. Merumuskan Misi dan Tujuan   
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran – sasaran, kebijakan – kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.

  1. Memahami Keadaan Saat ini
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.

  1. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

  1. Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan
Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :
Ø  Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
Ø  Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
Ø  Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.


  1. Pendekatan dalam perencanaan
 Ada tiga macam pendekatan dalam proses perencanaan :
  • Pendekatan perkembangan yang menguntungkan.
·         Pendekatan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, Treath)
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, opportunities, threats = kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman). Melalui analisis SWOT akan melahirkan program Pendidikan nonformal yang realistis dan sesuai kebutuhan sasaran.
KONSEP ANALISIS SWOT
SWOT merupakan singkatan dari kata Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Menurut Sihombing (2000), kata Threats mengandung unsur yang negatif, sehingga lebih cenderung menggunakan kata yang mengandung unsur positif yaitu tantangan (Challenges). Pengubahan ancaman menjadi tantangan karena dia melihat bahwa ancaman kalau dikelola dengan tepat dapat berubah menjadi peluang, sedangkan tantangan selalu berisi peluang. Sehingga pendekatannya menjadi SWOC.
Ø  Kekuatan Maksud kekuatan dalam analisis ini adalah faktor-fakor yang mendukung penyelenggaraan program, serta diakui eksistensinya oleh semua pihak (masyarakat). Contoh kekuatan-kekuatan yang ada pada program pendidikan luar sekolah antara lain dapat menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di masyarakat tanpa harus memenuhi persyaratan tertentu/ ketat, yang tidak mungkin dipenuhi oleh masyarakat. Fasilitas-fasilitas tersebut, antara lain, balai desa, gedung SD dan Puskesmas yang kosong, gedung milik Yayasan ataupun rumah-rumah penduduk. Penilik PLS dapat melakukan bimbingan kepada penyelenggara program PLS kapan saja tanpa terikat oleh jam kantor.
Ø  Kelemahan Maksud kelemahan dalam analisis ini adalah permasalahan yang timbul dari penyelenggaraan program dan hasilnya. Permasalahan merupakan kelemahan yang dapat berubah menjadi tantangan kelancaran pelaksanaan tugas/ program. Sebagai contoh disebutkan bahwa maasih banyak gedung-gedung yang ada , baik milik pemerintah maupun milik yayasan/ swasta belum semua termanfaatkan sebagai tempat belajar. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: (a) rendahnya kesungguhan petugas (penilik/tenaga TLD/ penyelenggara program) dalam mendekati pihak-pihak yang memiliki gedung kosong, untuk dapat dimanfaatkan, (b) masyarakat belum memahami secara baik dan benar tentang penting dan keuntungan, jika program PLS diberikan tempat belajar, (3) rendahnya perhatian pemerintah pada penyediaan tempat belajar program PLS
Ø  Peluang Maksud peluang dari analisis ini adalah hal-hal atau faktor-faktor dari luar program yang kalau dicermati dan dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi tumpuan harapan dimasa depan. Contoh hingga saat ini masih cukup banyak tenaga terdidik yang belum mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginannya; sehingga mereka masih menganggur dan dapat dimanfaatkan sebagai tenaga pendidik (tutor/ fasilitator) dalam program-pogram PLS.
Ø  Tantangan Maksud tantangan dalam analisis ini adalah hal-hal yang harus diatasi, direbut, diperbaiki dan ditingkatkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dalam usaha mencapai tujuan. Tantangan bukan penghambat, tetapi perangsang untuk mendorong perencana pendidikan luar sekolah untuk lebih kreatif dan dinamis. Tantangan dapat berubah menjadi peluang bagi perencana yang tidak berperilaku apatis, statis dan mudah puas. Contoh tantangan, penyebaran pemukiman baik warga belajar maupun tenaga kependidikan, serta mobilitas warga belajar merupakan tantangan besar dalam pembentukan dan dalam mempertahankan kelangsungan kegiatan/ program PLS. Untuk itu, tantangantantangan yang dihadapi adalah (a) menempatkan kelompok belajar yang dapat terjangkau baik oleh warga belajar maupun tenaga kependidikan /tutor, dan (b) menemukan strategi-strategi untuk mempertahankan keutuhan kelompok minimal sampai mereka menyelesaikan satu program pembelajaran.
  •  Pendekatan portfolio dan kesenjangan perencanaan

  1. Ciri-ciri rencana yang baik
Menurut P.Siagian Sondang, suatu rencana yang baik seyogyanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Rencana harus mempermudah tercapainya tujuan yang telahditentukan sebelumnya.
  2. Rencana harus dibuat oleh orang –orang yang sungguhmemahami tujuan organisasi
  3. Rencana harus disertai oleh suatu perincian yang diteliti.
  4. Rencana tidak boleh terlepas sama sekali dari pemikiranpelaksana.
  5. Rencana harus bersifat sederhana.
  6. Rencana harus merupakan “forecasting” (ramalan)

  1. Efektifitas perencanaan

Beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah suatu rencana dianggap efektif atau tidak sebagai berikut:
  1. Kegunaan                                            : Agar berguna bagi manajemen dalam pelaksanaan fungsi-fungsinya yang lain, suatu rencana harus fleksibel, stabil, berkesinambungan,dan sederhana.
  2. Ketepatan dan objektivitas         : Rencana-rencana harus di evaluasi untuk mengetahui apakah jelas, ringkas. Nyata dan akurat. Berbagi keputusan dankegiatan manajemen lainnya hanya efektif bila didasarkan atas informasi yang tepat.
  3. Ruang lingkup                                    : Perencanaan perlu memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan (comprehensiveness), kepaduan (unity) dan konsistensi.
  4. Efektivitas biaya                               : Efektivitas biaya perencanaan dalam hal ini adalahmenyangkut waktu,usaha dan aliran emosional.
  5. Akuntabilitas                                      : Ada dua aspek akuntabilitas perencanaan :
Ø  Tanggung jawab atas pelaksanaan perencanaan
Ø  Tanggung jawab atas implementasi rencana.
  1. Ketepatan waktu                             : Para perencana harus membuat berbagai perencanaan.Berbagai perubahan yang terjadi sangat cepat akan dapat menyebabkanrencana tidak tepat atau sesuai untuk berbagai perbedaan waktu.

 sumber referensi: berbagai sumber yang ada di internet ._.